Bantu Kami

Donasi & Bantu

Bangun Rasa Sosialmu

Kami Selalu Menunggu Uluran Tanganmu Untuk Membantu Taman Baca Pulau Sebira Ini.Setiap Bantuan Kalian Adalah Anugerah Buat Kelangsungan Taman Baca Ini

Donasi Yuk
Bantu Kami

Donasi & Bantu

Bangun Rasa Sosialmu

Kami Selalu Menunggu Uluran Tanganmu Untuk Membantu Taman Baca Pulau Sebira Ini. Setiap Bantuan Kalian Adalah Anugerah Buat Kelangsungan Taman Baca Ini

Donasi Yuk
Bantu Kami

Donasi & Bantu

Bangun Rasa Sosialmu

Kami Selalu Menunggu Uluran Tanganmu Untuk Membantu Taman Baca Pulau Sebira Ini. Setiap Bantuan Kalian Adalah Anugerah Buat Kelangsungan Taman Baca Ini

Donasi Yuk
Bantu Kami

Donasi & Bantu

Bangun Rasa Sosialmu

Kami Selalu Menunggu Uluran Tanganmu Untuk Membantu Taman Baca Pulau Sebira Ini. Setiap Bantuan Kalian Adalah Anugerah Buat Kelangsungan Taman Baca Ini

Donasi Yuk

Kami Masih Membutuhkan Donasi dari Anda, Yuk Donasi

  • Donasi dengan Menyebarkan

  • Membantu dalam Hal kerjasama

  • Donasi Buku

  • Donasi dalam Pendanaan

  • Kami Selalu Menunggu Kebaikan Kalian :)

Yuk Baca Postingan Kami

Jumat, 21 Oktober 2016

Pulau Sebira, Sebelum Taman Baca Menyerang

Taman Baca Pulau Sebira
Semangat Mendongeng 
Pulau sebira adalah pulau yang terujung di gugusan kepulauan seribu, dan tepatnya sekitar 8 jam perjalanan dari jakarta. Jarak tempuh dan kondisi tempat yang tidak begitu strategis membuat Pulau sebira ini seperti anak yang mandiri, semua di kerjakan secara sendiri dan harus ada inisiatif dalam mengembangkan dirinya itu. Pemerintah pusat yang sulit untuk mengakses tempat ini juga menjadi kendala dalam hal pengembangannya, selalu saja terlambat.

Dari faktor itu akhirnya dapat mempengaruhi kondisi keseharian masyarakat yang tinggal disana, mulai dari akses kesehatan, pendidikan hingga wawasan kebaharian yang berfokuskan pada biota laut, seperti wawasan mengenai karang yang diambil atau karang yang diinjak tidak sengaja itu sangat susah didapat, Berawal dari situ tim ENJ 2016 (Ekspedisi Nusantara Jaya) berinisiatif untuk memberikan segala yang dibutuhkan oleh pulau sebira dan salah satu program dibidang pendidikan adalah Taman Baca Pulau Sebira.

Jauh sebelum adanya Taman Baca Pulau Sebira, anak-anak di Pulau sebira ini hanya bisa bermain setelah pulang sekolah, berenang, memancing dan agenda-agenda lain yang mereka lakukan. Karena Aku asli warga sana jadi penulis sedikit banyaknya tahu kulturnya. hehehehe.Oiya Aku tidak mempermasalahkan mereka bermain tetapi ada sisi dimana itu harus bisa dirubah dikarenakan penyediaan buku di sekolah itu sangatlah minim. contohnya seperti buku matematika yang punya hanya guru saja, muridnya hanya sebagian yang memilikinya jadi sistem pembelajaran yang belum begitu baik dikarenakan murid hanya menerima dan ketika pulang sekolah tak pernah membahasanya lagi. Berikut ini beberapa hal yang ada sebelum Taman Baca ada.

Minimnya Budaya Membaca
Sebelumnya mungkin sudah kutuliskan diatas namun yah seperti itu, jauh sebelum adanya taman baca di pulau sebira ini minat baca yang ada sangatlah minim, jangankan membaca novel ataupun buku-buku motivasi yang tebal-tebal, buku pelajaran yang ada di salah seorang teman saja sangat jarang sekali dibaca. tidak hanya dikalangan anak-anak, tetapi dikalangan orang tua, mahasiswa pun susah untuk dibaca karena mungkin ruang tempat membaca sangatlah minim dan berada di sekolah, namun setelah adanya taman baca ini semua orang bisa membaca, tidak hanya di kalangan anak-anak bahkan yang sudah lansiapun bisa membaca di taman baca ini, karena muatan buku yang ada sangatlah bervariasi dan disesuaikan dengan umur

Semoga tetap dipakai sampai selamanya
Kurangnya Pasokan Buku Di Sekolah
Pernah seketika itu aku bertanya pada seorang adik yang sekolah disana dan ia ingin belajar kepadaku.

" Ka aku mau belajar ka"
"Oiya dek, silahkan, mau belajar apa?"
"Aku ingin Belajar Bahasa Inggris ka"
" Oiya dek sudah sampai mana bahasa inggrisnya"
" Aku gak tau ka"
" Buku Paket kamu mana dek. Biar kaka liat"
" Aku ga Punya ka"

Aku bingung, sedih, dan juga semangat untuk membantu adik-adik ku disana. waktu dulu juga aku mengalami hal yang sama hingga sekarang masih juga belum teratasi, dan tiba akhirnya sekarang ada Taman Baca yang semua anak bisa merasakan indahnya membaca dan juga disekolah kami memberikan buku pelajaran yang bisa mereka gunakan untuk belajar. berharap bisa membantu adik-adik ku. cukup aku yang merasakan semuanya. adik-adiku jangan sampai merasakannya.

Membaca Bukan Hal Yang Penting

Belajar Bercerita

Mungkin bagi sebagian orang membaca itu penting dan sebagian lagi merasa membaca itu ga penting, tapi ada pepatah bilang bahwa
Dengan Membaca Kita Bisa Menjelajahi Dunia, Bahkan Walau Kita Belum Pernah Kesana Sekalipun

Dari pepatah tersebut belum sepenuhnya mengena oleh beberapa kalangan karena sibuk dengan agenda masing-masing dan karena lebih banyak menjadi nelayan jadi terfokus pada pengembangan rumpun untuk berkumpul para ikan. buku tentang perikananpun tak bisa tersentuh. Pemanfaatan alam yang salah juga kerap terjadi karena kurangnya wawasan dari masyarakat. *Termasuk Aku Juga

Itulah beberapa hal yang terjadi sebelum taman baca ini terbentuk, berharap taman baca ini sebagai ladang untuk menggali ilmu sedalam-dalamya dan seluas-luasnya. mungkin bisa juga berinovasi dalam bidang perikanan dan kelautan.

" Setiap orang punya kemampuan yang unik dan tinggal bagaimana kita mengeksplornya"

_____
Salam Damai
*Ditulis Oleh +Randi Apriansyah 

Selasa, 18 Oktober 2016

Taman Baca Pulau Sebira: “Lejitkan Literasi Masyarakat Kepulauan”


Dimana kaki dipijak, disitu muncul spirit baru. Seperti menemukan puing-puing harapan. Ya, begitulah yang aku rasakan saat melakukan Ekspedisi Nusantara Jaya di Pulau Sebira. Bibit cita-cita itu tumbuh seketika. Memberi harapan walau dengan secercah impian. Seolah-olah telah usai melewati masa dormansi yang panjang. Semakin lama aku mengenali, menelusuri dan berinteraksi dengan mereka maka disitu pula tumbuh, berkecambah dan berkembanglah cita-cita itu. Cita-citaku, cita-cita team ENJ Jakarta juga cita-cita anak-anak pulau yang juga dikenal dengan Pulau Jaga Utara ini. Karena kehadiran adalah energi yang mampu meletupkan dan membangkitkan spirit cita-cita dan impian mereka. Begitu juga dengan kehadiran tim ENJ di Pulau Sebira ini.
Selain menjalankan misi ekspedisi dengan beragam program kerja yang sudah dilaksanakan, tim ENJ Jakarta juga punya program yang bersifat berkelanjutan. Salah satu sustaiable program tersebut adalah "Taman Baca Pulau Sebira". Sejak pertama kali dilaunching animo anak-anak sangat tinggi. Tiap hari ramai berdatangan anak-anak ke taman baca ini. Tak hanya anak-anak, kalangan orangtua pun punya euforia yang sama akan keberadaan taman baca sederhana ini. Taman baca menyimpan sejuta harapan. Masyarakat Pulau Sebira yang sangat welcome dan punya antusiasme tinggi terhadap kedatangan kami. Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa ini. Merekalah generasi yang akan membuat pulau ini semakin maju dan berkembang. Aktivitas "membaca" adalah salah satu kunci pembukanya. Buku adalah senjatanya. Dan keberadaan taman baca adalah ruang sekaligus tempat untuk melejitkan potensi mereka.
Sebelum berangkat ke Pulau Sebira, tim taman baca sudah melakukan penggalangan buku untuk taman baca. Alhamdulillah, telah terkumpul kurang lebih 1.025 buku dengan beraneka macam jenisnya. Mulai dari buku pelajaran, cerita, novel, pendidikan, agama, dan lain-lainnya. Buku-buku tersebut berasal dari sumbangan donatur berbagai pihak, seperti Mizan, Rabbit Hole, Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau, dan para donatur individu lainnya. Melalui tulisan ini kami tim ENJ Jakarta juga mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur yang telah memberikan buku-bukunya. Semoga buku-buku tersebut dapat berguna dan bermanfaat buat warga masyarakat Sebira dalam rangka menumbuhkan budaya cinta literasi dan menambahkan wawasan mereka.

Launching Taman Baca Pulau Sebira

Peresmian Taman Baca oleh Hj. Hartuti
Langit sore Minggu, 25 September 2016 tampak cerah berawan. Sebuah gedung bertuliskan “Karang Taruna” yang terletak di depan dermaga utama Pulau Sebira sudah ramai dengan anak-anak yang penuh antusias. Meski gedung tersebut masih tercium aroma bangkai yang sejak kemarin tim Taman Baca ENJ sudah coba telusuri, namun tak kunjung ditemukan asal muasal bau tersebut. Sepertinya berada di atas atap bangunan yang berisi peralatan musik, semen dan barang-barang lainnya milik warga Pulau Sebira. Seolah-olah bau itu pun hilang seketika, tapi terkadang tiba-tiba muncul lagi saat ada desiran angin yang masuk ke dalam bangunan sederhana ini. Tapi, entah karena semangat yang menggelora, antusias anak-anak yang membahana dan tim ENJ yang tak kalah serunya dalam pembukaan taman baca ini, bau itu pun seperti hilang dengan sendirinya.
Pekikan suara anak-anak disertai dengan beraneka macam tepuk-tepuk kreatif bergema di depan bangunan ini. Senyuman mereka membumbung tinggi menjulangkan energi-energi positif bagi warga masyarakat sekitar yang juga mulai melirik sumber suara yang ramai tersebut. Sesi pengkondisian dengan ice breaking tersebut menghadirkan kesan tersendiri bagi anak-anak hebat Sebira. Tiba waktunya acara inti yaitu peresmian taman baca yang nantinya akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak ini. Secara resmi Taman Baca Pulau Sebira ini dilaunching dan diresmikan oleh Ibu Hj. Hartuti selaku Ketua RW. Orang nomor 1 Pulau Sebira ini sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim ENJ atas peresmian taman baca tersebut. Pemotongan pita dan penyerahan buku secara simbolis menjadi penanda resminya taman baca ini didirikan.
Usai diresmikan, anak-anak pun berduyun-duyun secara bergantian meminjam buku-buku yang ada di taman baca. Awal mulanya tim taman baca sempat kualahan menghadapi animo anak-anak yang hendak mau meminjam buku. Tapi berkat kekompakkan dan pembagian tugas dalam penanganan dan pengelolaan taman baca, situasi tersebut dapat berjalan dengan tertib dan rapi. Anak-anak harus mengantri dan bersabar ketika hendak meminjam buku. Mereka juga dibatasi peminjamannya. Maksimal peminjaman buku berjumlah 2 buah buku. Terus yang boleh pinjam adalah mereka yang sudah mendaftar dan memiliki kartu peminjaman taman baca. Selamat membaca anak-anak hebat Pulau Sebira.

Kreativitas dan Inovasi Pengelolaan Taman baca

            Dimana ada gula disitu ada semut. Dimana ada taman baca, disitu ada buku dan pembaca. Pepatah ini menggambarkan pentingnya keberadaan buku dan taman baca bagi masyarakat. Dibalik pelaunchingan Taman Baca Plau Sebira oleh tim ENJ Jakarta kemarin, satu hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan taman baca masyarakat adalah “kreativitas dan inovasi” dari para pengelolanya. Sejak persiapan awal penggalangan buku, pendataan, pelabelan dan penomoran buku adalah suatu keharusan yang harus ada dalam taman baca. Dari belakang layar inilah keberhasilan taman baca bisa berhasil. Taman baca tidak hanya fokus dalam pengadaan buku semata. Hal yang lebih utama lagi adalah adanya pengelola (pengurus) taman baca tersebut.

ice breaking sebelum membaca
            Awal mulanya pengelolaan taman baca ini dilakukan oleh tim taman baca ENJ. Ragam kegiatan taman baca juga tidak fokus hanya penyedian buku dan aktivitas membaca, tapi lebih dari itu harus ada seni kreativitas dalam pengemasan kegiatan. Ice breaking, games, tepuk-tepuk, nyanyian, mendongeng dan aneka jenis kegiatan menarik lainnya juga harus dilakukan untuk memancing, memantik dan menarik hati anak-anak agar tertarik berkunjung ke taman baca dan meminjam buku. Karena kalau hanya dengan menyuruh anak-anak membaca, maka mereka akan menemukan kebosanan. Maka harus dibarengi dan diselingi dengan kegiatan yang positif, menyenangkan dan membuat mereka nyaman.

            Dalam pengelolaan taman baca harus ada pengurus atau pengelola yang bertanggung jawab untuk mengurusnya. Oleh karenanya saat masih berada di Pulau Sebira, tim taman baca mengadakan musyawarah dengan RW, para ketua RT, karang taruna dan perwakilan guru untuk membahas pengelolaan taman baca ke depannya. Taman baca ini tidak berhenti sampai disini, tapi harapan kami (tim ENJ) terus berlanjut. Oleh karena itu harus ada pengelola yang siap mengelolanya. Awal mula sempat ada yang memberi saran, kenapa gak digabung saja dengan perpustakaan sekolah? Buku-buku taman baca ditaruh saja di sekolah, begitu saran salah seorang. Tapi kami (tim taman baca ENJ) menyampaikan bahwa taman baca harus terpisah, berdiri sendiri. Kenapa? Karena taman baca ini bisa diakses oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Kalau ditaruh di sekolah, masyarakat umum akan sungkan (enggan) untuk meminjamnya karena merasa malu atau tidak enak. Rapat selesai, akhirnya mereka sepakat untuk dikelola sendiri oleh mereka.

Keberlanjutan Taman Baca Pasca Ekspedisi

“Mewujudkan masyarakat Pulau Sebira yang cerdas literasi dan berwawasan global”, itulah visi didirikannya taman baca ini. Oleh karenanya untuk mencapai visi tersebut, diperlukan keberlanjutan. Kegiatan ekspedisi di Pulau Sebira telah usai. Akan tetapi keberadaan Taman Baca tersebut terus berlanjut. Keberadaan buku-buku yang sementara ini ikut ditaruh di gedungnya karang taruna masih ada yang mengelolanya. Kami bikin pengurus dan pengelolanya. Secara teknis di Pulau Sebira sudah ada tokoh pemuda yang mengelolanya, sementara itu kami (tim ENJ) yang berada di wilayah jabodetabek juga membuat struktur pengelola lagi. Membuat website, bikin proposal dan penggalangan dana juga penggalangan buku adalah kegiatan yang akan kami lakukan lagi untuk menyuplai kebutuhan taman baca tersebut.

*Ditulis oleh: Iin Amrullah (tim taman baca, peserta ENJ Jakarta)